MOTOR BAKAR 4 LANGKAH (4 TAK)


MOTOR BAKAR 4 LANGKAH (4 TAK)

A.    Cara Kerja Motor Bakar 4 Langkah

Definisi 4 Tak yaitu cara kerjanya membutuhkan 4 kali kondisi langkah piston untuk satu kali proses usaha. Sementara satu kali proses usaha menghasilkan 2 kali gerak putaran poros engkol (720 drajat).

                                                                                Gambar 1.1

Uraian Kondisi Langkah Piston

1.      Langkah Hisap

Berdasarkan Gambar 1.1 No.1 dimana posisi Piston dari Titik Mati Atas (TMA) bergerak turun menuju Titik Mati Bawah (TMB) dikarenakan dorongan paksa oleh Elektrik Starter atau Kick Starter pada awal penyalaan mesin.

Pada posisi awalnya, Poros Engkol yang terhubung dengan Rantai Keteng memaksa Sproket gear memutar Noken As di dalam mekanisme katup pada kepala silinder, sehingga posisi Katup In terbuka disebabkan tonjolan Noken As menekan Roker Arm yang mendorong katup In untuk membuat celah terbuka diantara katup in dan lubang Intake Manifold pada ruang bakar didalam Kepala Silinder,  sehingga  mengakibatkan campuran Bahan bakar (udara dan bensin) yang telah diproses oleh Karburator mengarah masuk menuju ruang bakar.

Sementara Katup Ex tertutup dan poros engkol berputar pada sudut 180 drajat.

2.      Langkah Kompresi

Masih karena efek poros engkol yang terdorong oleh gaya sentrifugal maka Posisi Piston bergerak dari TMB bergerak naik menuju TMA sebagaimana Gambar 1.1 No.2dan memaksa memadatkan volume bahan bakar di dalam ruang bakar pada kepala silinder menjadi keadaan kompresi sehingga menaikan suhu bahan bakar yang ada menjadi campuran homogen yang reaktif.

Pada kondisi ini meskipun mekanisme Rantai Keteng tetap bekerja namun Noken As tidak bekerja mendorong Roker Arm dikarenakan tonjolan Noken As di setting bekerja hanya pada sudut putar tertentu (0 s/d 180 drajat untuk katup in dan 540s/d 720 drajat untuk katup ex) sehingga kedua katup pada posisi bebas dan tertutup tanpa membuat celah diruang bakar.

3.      Langkah Usaha

Ketika langkah kompresi, posisi Piston bergerak dari TMB menuju TMA hanya saja sebelum sempurna yaitu 10 drajat sebelum TMA, Busi telah mendapatkan arus besar dengan tegangan skitar 18.000 s/d 25.000 Volt yang disuplay oleh Koil, Sebagaimana kita ketahui fungsi Koil adalah menginduksi diri sebagai peningkat tegangan awal dari 12 volt yang berasal dari sumbernya (Alternator/spull atau Baterai) yang dilewatkan melalui CDI berdasarkan signal dari Pembangkit Pulser yang mendeteksi sudut putaran tertentu dari poros engkol melalui batang magnet yang terletak pada mekanisme Alternator.

Gambar 1.1 No.3 menunjukan langkah pembakaran maka Busi meneruskan arus melaui katoda Busi dan melompat menuju Anoda Busi di dalam ruang bakar sehingga terjadilah proses Pembakaran yang membakar bahan bakar yang sudah terkompresi didalam ruang bakar dan inilah yang selanjutnya mengakibatkan ledakan kuat didalam ruang bakar sehingga membuat Posisi Piston kembali turun dari TMA menuju TMB serta peristiwa ini yang disebut dengan Langkah Usaha yang dibutuhkan untuk menghentak poros engkol mendapatkan daya dorong maksimalnya.

4.      Langkah Buang

Langkah buang Gambar 1.1 No.4  Langkah Buang terjadi dimana langkah piston terdorong keatas oleh gaya balik sentrifugal poros engkol, tepatnya piston bergerak dari TMB menuju TMA Blok Silinder yang kemudian dimanfaatkan untuk membilas dan membuang gas sisa pembakaran seiring terbukanya Katup Ex yang telah mendapakan sudut tekannya oleh perangkat system katup dan rantai ketteng sehingga memberi celah pada  katup Ex dan lubang Exhouse Manifold sehingga gas sisa pembakaran dapat diteruskan menuju Knlapot sebagai pembuangan terakhir.

Dalam pembahasan sebuah kinerja mesin tidak bisa dipungkiri pentingnya system bahan bakar dan pendingin. Maka dibawah ini akan saya uraikan sedikit tentang kedua system diatas sebagai pelengkap dan pendampinya.

B.     SYSTEM BAHAN BAKAR

Bahan bakar dari Tangki Bensin disaring menuju kran bensin dan masuk ke dalam karburator tepatnya masuk dalam takaran tertentu kedalam ruang mangkuk pelampung yang volumenya diatur oleh gerak pelampung dengan bukaan jarup pelampung, Jika volume bensin dalam mangkuk karburator berkurang,maka pisisi pelampung yang terbawa menurun akan membuka jarum pelampung yang menjadi pintu utama masuknya besin kedlama mangkuk karburatot. Sehingga kebutuhan bensin di dalam mangkuk karburator selalu tercukupi       

Bereda dengan kondisi baiknya, jika pelampung bocor maka pelampung akan tenggelam dan selalu membuka jarum pelampung sehingga sering terjadi banjir di mangkuk karbu dengan cirri-ciri bensin menetes terus dari baut pembuangan karburator. Hal yang sama akan terjadi jika jarum pelampung sudah runcing dan tidak menutup dengan sempurna, Untuk mengatasinya kita bisa mengganti komponen tersebut.

diri memanfaatkan lubang lubang venturi dengan perbedaan tekanan udara pada setiap bagiannya sehingga terjadi respirasi hampa tanpa perantara,melainkan berbentuk penguapan yang kemudian akan terdorong bercampur bersama udara filtrasi/udara yang disaring menuju Intake Manifold dan menunggu Katup In yang siap terbuka.


1.      Cara kerja karburator pada putaran stasioner/idle

Bensin yang berada didalam mangkuk karburator akan menguap melalui jarum Slow jet yang memiliki lubang diameter lebih kecil dari Main jet sehingga menghasilkan keluaran respirasi yang sedikit. Kemudian penguapan bensin terkarburasi dengan udara yang masuk melalui filter udara sehingga menjadi campuran karburasi yang homogen dan mudah terbakar.

2.      Cara kerja karburator pada putaran meinggi

Bensin yang berada didalam mangkuk karburator akan menguap melalui jarum Main jet yang memiliki lubang diameter lebih besar dari Slow jet sehingga penguapan bensin yang terbawa akan lebih banyak dalam proses pencampuran bahan bakar, sehingga akan menghasilkan tenaga yang diperlukan pada putaran tinggi.

Sebagai catatan, untuk mendapatkan hasil campuran yang dibutuhkan, pada karburator sendiri memiliki beberapa Screw set/Baut setelan yang dapat di setting untuk campuran yang dibutuhkan.

C.    SYSTEM PENDINGIN DAN PELUMAS

Seperti yang telah disampaikan bahwa sebuah mesin membutuhkan pendamping wajib dalam melengkapi kinerjanya yaitu pelumasan dan pendinginan sebagai penunjang perawatanya agar usia kerjanya lebih lama.

Fungsi system Pelumasan dan Pendinginan pada mesin.

Ø  Mendinginkan komponen yang panas akibat gesekan.

Ø  Membilas kotoran yang menempel pada komponen.

Ø  Menjadi lapisan perantara gesekan antar komponen ubtuk mengurangi keausan.

Ø  Memperpanjang usia pakai komponen

1.      Proses kerja pelumasan dan pendinginan

Dikarenakan bentuk komponen mesin yang kompleks dan susunanya yang berbeda antara satu sama lain maka metode kerjanya menggunakan kombinasi antara Sirip-sirip luar mesin,Percikan oli dan Pompa rotary untuk menjangkau bagian bagian yang harus dilumasi.

Dengan di buatnya lubang lubang oli pada mesin dan komponen-komponen lainya sebagai jalur mengalirnya oli yang dikirim oleh pompa oli maka oli akan didistribusikan dengan baik sesaui tujuanya. Namun sesuai perkembangan yang terjadi pada mesin mesin yang ada ternyata kebutuhan pendingin oli masih dianggap kurang mampu dalam mengimbangi kinerja mesin, maka di kembangkanlah beberapa metode pendinginan lainya seperti kipas dan Radiator pendingin dengan tambahan cairan khusus Coolent.

Komentar